Labels

Monday, 1 December 2014


Body Massage dengan Minyak Zaitun untuk Kulit Lebih Sehat dan Segar

Untuk memiliki kulit sehat sebenarnya tidak perlu mengeluarkan uang banyak, karena Anda pun bisa melakukannya sendiri di rumah. Perawatan kulit perlu dilakukan mengingat kondisi lingkungan yang seringkali tidak mendukung bagi kesehatan kulit Anda. Polusi, radiasi sinar ultraviolet, dan pola makan yang tidak sehat menjadi beberapa penyebab yang dapat membuat kulit terlihat kusam dan kering.
Itulah mengapa, perawatan kulit penting dilakukan agar efek buruk lingkungan dan penyebab lainnya tidak akan memberikan pengaruh buruk pada kulit. Salah satu perawatan yang sederhana dan bisa dilakukan di rumah untuk menjaga kesehatan kulit adalah dengan melakukan body massage. Anda dapat melakukan body massage dengan bantuan ahli pijit langganan Anda.
Untuk mendapatkan kulit yang sehat dan segar, Anda dapat meminta ahli pijit untuk menggunakan zaitun massage oil saat memijit Anda. Zaitun massage oil juga biasa digunakan sebagai aromaterapi karena aromanya yang segar dan menenangkan, sehingga jika dioleskan ke tubuh dapat membuat tubuh lebih rileks.
Apa sajakah manfaat dari zaitun massage oil untuk body massage? Selain membantu membuat tubuh Anda lebih rileks dan berfungsi sebagai aromaterapi, minyak ini juga dapat mengatasi otot yang tegang, mengatasi kegelisahan dan insomnia, serta melancarkan peredaran darah. Dengan melakukan body massage juga dapat membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi lelah.
Dengan begitu, kulit tubuh akan lebih segar dan cantik bercahaya. Setelah melakukan body massage, oleskan pelembab yang mengandung bahan alami untuk menjaga kelembaban tubuh dan aman bagi kulit. Anda dapat menggunakan Citra Hand & Body Lotion sehabis melakukan body massage untuk hasil yang maksimal.
Citra Hand & Body Lotion juga tersedia dalam berbagai varian bahan alami yang memiliki fungsi memutihkan, melembabkan, menghaluskan, dan membuat kulit cantik berseri. Gunakan pula Citra Hand & Body Lotion setiap hari sehabis mandi sebagai perawatan kulit alami sehari-hari.
Untuk lebih lengkap nya, 
kunjungi http://www.rumahcantikcitra.co.id/ :) :)

Resep Masakan Soto Jawa Kaskas

Resep Masakan Soto Jawa Kaskas
Resep Masakan Soto Jawa Kaskas
Bahan:
  • 1 gulung gluten rebus, disuwir suwir sedang
  • 1/2 kg kentang goreng
  • 1 ons soun, siram air panas, tiriskan
  • 3 butir telur rebus, belah 4
  • 3 buah tomat
  • garam, gula, lada dan penyedap rasa secukupnya
  • 1/4 buah kol
  • 1 tangkai seledri, iris tipis tipis
  • 1/2 ons jamur hioko (shitake), siram air panas, iris tipis
  • Emping goreng, sesuai selera
  • 4 sdm mentega
  • 2 buah jeruk limau
  • minyak goreng secukupnya
  • 2 ltr air
Bumbu kering:
  • 5 lbr daun jeruk
  • 5 cm kayu manis
  • 3 buah bunga sisir (pekak)
  • 5 biji kapulaga
Bumbu yang dihaluskan:
  • 5 cm lengkuas
  • 3 cmjahe
  • 3 cm kunyit
  • 3 batang sereh
  • 8 butir kemiri goreng
  • 1/2 buah pala, haluskan
  • 1/2 sdt kaskas
Cara Membuat:
Perkedel:
  • Masukkan kentang yang sudah direbus, tambahkan pala, gara, merica dan kaldu, haluskan.
  • Bentuk dan goreng hingga matang.
Soto:
  • Haluskan sereh, lengkuas, jahe, kunyit, bumbu kaskas serta kemiri yang sudah disangrai.
  • Tambahkan pala, garam dan merica, haluskan semua.
  • Tumis sampai menguning
  • Masukkan bumbu halus kedalam air mendidih, tambahkan kayu manis, daun jeruk, kapulaga dan bunga pekak, aduk.
  • Masukkan irisan jamur hioko.
  • Tambahkan soun dan daging gluten serta telur yang sudah matang, aduk aduk hingga tercampur.
  • Tambahkan daun kol, tomat, seledri dan perasan air jeruk limau, aduk rata.

untuk resep yang lebih banyak, silahkan kunjungi http://resepmasakanku.com/

Naiknya BBM

Merdeka.com - Status siaga 1 yang diinstruksikan Kapolri Jenderal Sutarman terhadap jajarannya di daerah hingga kini masih berlaku. Instruksi siaga 1 itu diamanatkan guna mengantisipasi aksi demonstrasi menentang kenaikan harga BBM pada Kamis (20/11) bulan lalu.

"Siaga 1 ini sifatnya kalau kita selalu siaga satu dalam artian selalu siap," kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto saat ditemui di ruangannya Humas Polri, Jakarta, Senin (1/12).

"Di sini supaya masyarakat tidak berpikir kalau Polri tidak siaga," sambungnya.

Agus mengatakan, status siaga 1 itu sifatnya bukan permanen. Jika situasi terlihat kondusif status itu akan akan dicabut.

"Kami lihat situasinya apakah sesuai yang kami harapkan atau tidak," kata Agus
Untuk lebih lengkapnya, langsung ke sumber http://www.merdeka.com

Sunday, 30 November 2014

Cerpen Persahabatan

Rahasia Pantai Biru

          ‘Dimana ada Eda, disitulah ada Tika’ , itulah yang sering dikatakan teman-teman kami. Aku dan Tika sudah berteman sejak SD sampai sekarang, kelas 9 SMP. Kami sudah seperti kakak beradik, atau bahkan saudara kembar yang kemana-mana selalu berdua. Terkadang teman-teman heran, bagaimana bisa Aku yang tomboy dan cerewet ini bersahabat dengan Tika yang pendiam dan pemalu. Namun, perbedaan itu yang membuat kami saling melengkapi satu sama lain.
“Tik, pulang yuk!” , seruku dari depan kelas memanggil Tika.
“Tunggu bentar, Da!” , jawabnya sambil mengobrak-abrik laci meja.
“Kamu lagi nyari apa sih, Tik? Kayaknya sibuk banget.” , tanyaku sambil mulai mendekati Tika.
“Nyari kertas, Da. Warnanya biru, ada tulisannya.”
“Ya elah, Cuma kertas aja. Kamu kan masih punya banyak di bindermu.”
“Masalahnya bukan di kertasnya, da. Tapi isi nya.” , dia menjelaskan sambil terus mencari.
          Aku membantu mencari, walau sesungguhnya Aku sangat bête hari ini. Hari ini Aku dimarahin dua kali karena tidak bisa mengerjakan soal.
“Ini bukan Tik, kertasnya?” , tanyaku sambil memungut kertas bewarna biru dari lantai. Kertas itu terlipat dua, jadi Aku tidak melihat apa isinya.
“Iya benar. Makasih ya, Da. Oke, sekarang kita pulang.”
“Tik, ke tempat biasa yuk. Lagi bête nih.” kataku sambil mengayuh sepeda.
“Ayuk. Cie-cie, bête karena dimarahin tadi ya?”
“Iya. Eeeghh… sebel.”, jawabku.
Aku  mengayuh sepeda lebih cepat sambil terus mengomel. Angin sepoi-sepoi menemani kami sepanjang jalan. Dikanan dan kiri hanya ada hamparan sawah hijau membentang.
          Langit biru, derunya ombak dan suara kicauan burung mengisi kesunyian di tempat ini. Ditambah dengan pasir yang putih dan kerang beraneka warna. Ini lah yang kami sebut dengan ‘Pantai Biru’. Tempat ini terpencil dan hanya diketahui Aku dan Tika. Kami selalu pergi kesini untuk menenangkan diri atau hanya untuk bercerita. Di tempat ini penuh dengan biru, Aku dan Tika memiliki warna kesukaan yang sama, yaitu biru. Maka dari itu, tempat ini kami sebut ‘Pantai Biru’. Kami langsung menghempaskan diri ke pasir putih itu.
“Eh, Tik. Kertas yang tadi itu apasih isinya? Kayaknya penting banget.” , kataku memulai pembicaraan.
“oh, gak ada apa-apa kok.” , jawabnya.
“Ayolah. Kita sudah berteman dari SD, masak Kamu gak mau kasih tau.” , balasku sambil berusaha duduk.
“Iya deh, Aku kasih tau. Tapi kamu jangan ketawa ya” , katanya sambil mengeluarkan kertas tadi di kantong roknya.
“iya, Tik. Suer deh Aku gak bakal ketawa.”
Tika lalu memberikan kertas itu, Aku membacanya dengan seksama.
“Ini lirik lagu ya Tik?” , tanyaku.
“Iya, itu Aku buat sendiri.” , dia menjawab dengan ragu-ragu.
“Liriknya bagus. Kayaknya kamu berbakat menjadi penulis lagu, Tik”
“Apa iya, Da? Sebenarnya Aku memang bercita-cita ingin menjadi seorang penulis lagu.”  
“Beneran, Tik? Aku mendukung banget!”
“Makasih, Da! Oh iya, Aku juga ingin membuat lagu tentang persahabatan kita berdua.”
Akupun langsung berdiri dan berteriak.
“Waah! Ide bagus, Tik. Kamu memang pintar. Jadi kita bisa mengabadikan persahabatan kita di lagu itu.”
“Mulai besok, kita latihan nyanyi dan membuat lagu di sini ya. Kamu adalah calon penyanyi masa depan, Tik.” , lanjutku sambil tertawa. Kami terus membahas tentang lagu itu sampai matahari terbenam.
          Sejak saat itu, Aku selalu menemani Tika latihan bernyanyi di sini. Awalnya Tika masih malu untuk bernyanyi di depan banyak orang. Bahkan di depanku, sahabatnya sendiri masih grogi. Aku terus menyemangatinya dan mengusulkan agar Tika bernyanyi sambil bermain gitar. Ia menerima usulku, tapi harga gitar itu terlalu mahal dan tidak mungkin bisa membelinya.
          Sebulan lagi Tika akan ulang tahun, Aku ingin memberikan gitar kepada Tika. Dan ku dengar, Cika anak Sembilan kelas sebelah ingin menjual gitarnya. Tanpa sepengetahuan Tika, Aku bertemu dengan Cika di kelasnya.
“Hai, Cika. Kamu mau menjual gitar kamu ya?”
“Iya, kenapa? Kamu ingin membelinya?”
“Ingin nya begitu, tapi Aku tidak punya uang. Mungkin Aku bisa bekerja membersihkan rumahmu dan mengerjakan sawah selama satu bulan. Dan uang hasil kerjaku di rumahmu untuk membeli gitarmu itu. Bisakan, Cik?”
“Baiklah, mulai besok Kamu bisa bekerja di rumahku.”
“Terima kasih, Cika.”
          Semenjak itu, setiap pulang sekolah Aku langsung ke rumah Cika. Itu menyebabkan Aku jarang bermain dengan Tika lagi. Demi targetku untuk membelikan gitar sebagai hadiah ulang tahun Tika. Aku jadi kurang tidur dan tidak konsentrasi di sekolah. Kadang Aku pulang hingga larut malam, karna harus mencuci dan menggosok baju keluarga Tika yang sangat banyak itu. Genap sebulan sudah Aku bekerja di rumah Cika.
“Tik, hari ini kamu bawa sepeda kan? Aku tunggu di tempat biasa ya.” , kataku sepulang sekolah. Hari itu Tika piket, jadi pulangnya memang sedikit telat.
“Oke, Da.”
          Biasanya Aku menunggu Tika hingga selesai Piket, namun kali ini aku ingin mengambil gitar terlebih dahulu di rumah Cika. Sayangnya Cika tak ada di rumah, jadi Aku langsung ke Pantai Biru. Entah dari mana, tiba-tiba Cika datang mengejutkanku. Mungkin ia mengikutiku. Akupun menyusun rencana untuk kejutan ulang tahun Tika nanti. Selang beberapa menit, Tika pun datang.
“Hai, Tik. Lama banget sih datengnya” , sapaku dengan senyum dan melambaikan tangan kepadanya.
Tika hanya diam tak membalas senyumanku, ia langsung menarikku, menjauhi Cika.
“Da, kenapa ada Cika disini?” , tanyanya setelah merasa cukup jauh dari Cika.
“Oh, si Cika? Dia hanya..…”
Belum sempat aku menjawab, Tika langsung memotong perkataanku.
“Kenapa Kamu membawanya kesini? Bukankan ini tempat rahasia kita berdua.”
Dia tak memberikan kesempatan kepadaku untuk menjelaskan itu. Matanya mulai berkaca-kaca dan berlari menuju sepedanya. Aku segera mengejarnya dan meninggalkan Cika sendiri disana. Aku terus berusaha memanggilnya dan menyuruhnya untuk berhenti. Namun, ia tidak memperdulikannya. Kami berkejar-kejaran di sepanjang jalan kecil yang hanya bisa dilewati satu mobil itu. Akhirnya, Aku bisa mengejarnya karena aku adalah atlit olahraga di sekolah.
“Tika, dengarkan penjelasan Aku dulu….”
          Aku mencoba menjelaskan kepada Tika tanpa memperhatikan depan. Namun, tiba-tiba… BRAAAAAAAAAAAAAK!!! Sebuah mobil menabrakku. Aku terlempar ke pinggir jalan. Aku merasakan sakit yang luar biasa, darah begitu banyak keluar dari kepala ku. Kemudian Tika dan pengemudi mobil itu berlari mendekatiku.
“Tika…..” , aku memanggil dengan sisa-sisa tenaga yang ku miliki.
“Iya… Da, Aku disini. Tenang, ambulan sebentar lagi datang. Kamu akan selamat.” , katanya sambil menggenggam tanganku.
“Maaf ya, Tik. Aku udah bikin kamu nangis. Dan Happy Birthday Tika…” , setelah itu, Aku tak sadarkan diri.
Ketika tersadar, Aku sudah di rumah sakit. Kulihat Tika dan keluargaku ada di sekelilingku.
“Eda, Kamu udah sadar? Maafin Aku ya, Da. Karena Aku kamu jadi begini. Aku udah denger semuanya. Makasih ya, Da. Untuk gitarnya, Aku sayang banget dengan kamu. Aku gak pengen ada yang lain, makanya Aku begitu. Maafin Aku.” , iya pun menangis dan memelukku.
“Iya, Tik. Gak papa. Maaf kalau gitar yang Aku beri itu bekas. Aku juga sayang dengan kamu.” , jawabku sambil membalas pelukannya.
          Semenjak itu, hubungan kami semakin dekat. Peristiwa itu  kami jadikan pelajaran, bahwa kita harus saling percaya satu sama lain. Dan kita juga tidak boleh berperasangka yang tidak baik sebelum kita mengetahui yang sebenarnya. Kami memiliki mimpi bisa bernyanyi berdua, dengan Tika yang memainkan gitarnya. Lagu yang di ciptakan Tika berjudul ‘Sahabat Sejati’. Dan kami berjanji akan menjadi Sahabat untuk selamanya.

Nama         :Feby Amanda Salsabilla
Kelas        :IXA
Pelajaran    :Tugas membuat Cerpen (Bahasa Indonesia)
Tema        :Persahabatan

Tokoh        :Eda, Tika, Cika