Labels

Monday, 9 March 2015

Pelurusan Sejarah: “Peradaban Manusia Dimulai dari Adam As”

Pelurusan Sejarah: “Peradaban Manusia Dimulai dari Adam As”



Beberapa teori sejarah yang sudah ada sejak zaman dahulu sering kali dapat dimentahkan oleh teori-teori terbaru sesuai perkembangan zaman. Banyak sejarah yang dahulu dipercaya sebagai peristiwa yang benar kini menjadi tidak dapat dipercaya. Meski yang menciptakan adalah beberapa orang berpengaruh dimasanya seperti halnya Plato dan lainnya. Teori sejarah atau pra sejarah pun saat ini menjadi hal yang sulit dipercaya bahkan cenderung mengabaikan prinsip-prinsip kepercayaan, terutama bagi kita yang beragama Islam karena seringnya teori-teori sejarah yang diajarkan disekolah-sekolah sangat bertentangan dengan Al-Qur’an.
Memang seharusnya teori-teori tersebut boleh diberitahukan namun tidak boleh digunakan sebagai acuan dalam pola fikir generasi kita. Ada teori yang menjelaskan bahwa manusia itu berasal dari evolusi, ada pula teori bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Kini, semua teori itu hanya menjadi sampah karena terbukti tidak benar sama sekali. Teori yang benar menurut Islam adalah bahwa asal mula manusia dibumi ini adalah dari Adam dan Hawa. Jadi semua manusia dibumi ini adalah keturunan Nabi Adam dan Hawa.Pertanyaan yang mungkin belum bisa dijawab oleh ahli sejarah dijagad raya ini adalah kapankah adam diturunkan dibumi?
Pertanyaan itulah yang seandainya bisa dijawab akan menjadikan titik terang munculnya peradaban manusia. Adam dan Hawa diturunkan oleh Allah SWT ke bumi disebuah tempat yang pada akhirnya mereka berdua bertemu dan hidup bersama disebuah tempat pula yang diyakini oleh mayoritas orang bahwa tempat itu adalah Makkah Al-Mukaromah. Jadi sebenarnya peradaban manusia pertama kali di bumi ini adalah Makkah, bukan di Mexico, bukan di India, bukan di China, bukan di Mesopotamia, bukan pula di Eropa.
Adam dan Hawa kemudian beranak pinak yang bermigrasi ke seluruh penjuru bumi, hingga generasi Nabi Idris, dan Nuh. Pada saat Nuh AS inilah peradaban manusia menghilang karena banjir besar yang hanya menyisakan manusia-manusia yang taat kepada Nabi Nuh AS dan seluruh binatang yang ikut serta dalam rombongan perahu Nuh. Mungkin versi orang-orang barat inilah yang disebut dengan mencairnya es dibumi sehingga menghancurkan peradaban-peradaban dibumi. Pengikut nabi Nuh dan semua binatang pun pada akhirnya bermigrasi ke seluruh penjuru bumi yang dapat ditempati.
Teori Plato yang menjelaskan bahwa setelah banjir besar Nuh itu ada sebuah benua yang diklaim bernama Atlantis menjadi lautan dan menyisakan daratan-daratan sebagai pulau. Atlantis saat ini diyakini beberapa ahli sejarah adalah Indonesia. Kapankah banjir Nuh itu terjadi? Mungkin banyak ahli sejarah yang mampu menghitung secara pasti kapan itu terjadi.
Peninggalan-peninggalan peradaban manusia tertua yang ditemukan saat ini rata-rata adalah kurang dari 5000th SM. Jadi bisa diperkirakan bahwa peninggalan peradaban manusia yang ditemukan di China, Irak, Mexico dan lain-lain adalah peninggalan setelah nabi Nuh.

BENARKAH NABI ADAM AS ITU MANUSIA PERTAMA YANG BERADA DI PLANET BUMI?

BENARKAH NABI ADAM AS ITU MANUSIA PERTAMA YANG BERADA DI PLANET BUMI?…
.
Nabi Adam AS and Siti Hawa AS, sampai saat ini saya masih meyakini bahwa Nabi Adam AS adalah manusia yang langsung diciptakan oleh Allah SWT, didalam arti kehadirannya di dunia bukan karena dilahirkan oleh manusia lain (orangtua) sebagaimana lazimnya manusia. Tapi apakah Nabi Adam AS adalah manusia pertama?, ini yang masih membuat saya bertanya-tanya. Bahwasanya dia adalah khalifah pertama di planet bumi, tak ada yang meragukannya.
Didalam usaha mencari jawaban, saya menemukan sejumlah perbedaan antara keterangan para ulama’ dengan fakta-fakta sejarah yang terjadi di bumi maupun didalam sejarah penciptaan Adam AS yang diceritakan didalam Al-Qur’an. Ketika Allah ‘Azza Wa Jalla akan menciptakan (Nabi) Adam, Dia memberitahukan rencana tersebut kepada para malaikat. Didalam Al-Qur’an Karim dijelaskan, para malaikat berkata: “Mengapa Engkau (Ya Allah) ingin menciptakan manusia yang akan saling bermusuhan dan saling membunuh?”. Lalu dijawab oleh Allah Ta’ala: “Aku lebih mengetahui daripada kalian (Para malaikat).”
Respon para malaikat mengindikasikan bahwa mereka sudah tahu tentang manusia dan memahami tabiat manusia, dan perbincangan ini terjadi ketika (Nabi) Adam belum diciptakan. Sehingga ada dua kemungkinan yang berlaku saat itu. Pertama, malaikat memiliki kemampuan memprediksi apa yang akan terjadi di waktu mendatang sehingga bisa memperkirakan dengan tepat tabiat manusia (Nabi Adam dan keturunannya) yang senang bermusuhan dan saling membunuh. Tapi asumsi ini tidak sejalan atau bertentangan dengan jawaban Allah SWT yang mengatakan: “Aku mengetahui daripada kalian (Para malaikat)!”.
Kedua, ketika malaikat menyebut kata manusia dan mengetahui tabiatnya yang senang bermusuhan dan saling membunuh, itu artinya malaikat telah mengenal manusia. Ini menunjukkan bahwa, sebelum menciptakan (Nabi) Adam, jauh sebelumnya Allah SWT juga sudah menciptakan manusia lain yang ditempatkan di bumi dan para manusia terdahulu, itulah yang dimaksud malaikat.
Sekarang mari kita tengok, fakta sejarah tentang penemuan manusia atau lebih tepatnya fosil manusia di bumi. Cro Magnon, manusia modern (homo sapien) dengan volume otak seperti sekarang, fosilnya ditemukan di gua-gua di Jerman dan Prancis. Setelah dianalisa, usianya 40.000 tahun. Lalu Homo Sapien yang tahun lalu fosilya ditemukan di Flores NTT (Indonesia) oleh peneliti Australia sudah berusia 70.000 tahun. Jika menengok lebih kebelakang, ada Homo Erectus Soloensis yang fosilnya ditemukan di Sangiran Sragen Indonesia, usianya sekitar 1 juta tahun. Manusia Homo Erectus Soloensis adalah manusia purba tertua yang sempurna sebagai manusia, didalam artian mereka sudah berbudaya, dapat berburu, membuat api dan membuat perkakas dari batu/tulang.
Jika Nabi Adam AS adalah manusia pertama, berarti dia lebih tua dari Homo Erectus Soloensis yang berusia sekitar satu juta tahun yang lalu itu. Atau dengan kata lain, Homo Erectus Soloensis, Homo Sapien, dan Cro Magnon adalah keturunan Nabi Adam AS. Ini sulit diterima secara logika. Sebabnya, Nabi Adam diciptakan dalam keadaan sempurna sebagai manusia, cerdas karena mengetahui banyak hal yang tidak diketahui malaikat maupun iblis. Bahkan dalam Qur’an dijelaskan, karena kecerdasan Nabi Adam itulah, maka malaikat akhirnya bersujud padanya atas perintah Allah SWT, sesuatu yang tidak dilakukan iblis (yang kemudian menyebabkan makhluk yang diciptakan dari api ini dilaknat Allah SWT).
Nah, kalau kecerdasan Nabi Adam mengalahkan malaikat, bagaimana mungkin keturunannya seperti Homo Erectus Soloensis, yang baru dapat membuat perkakas dari batu dan tulang serta hidup dari berburu. Anak-anak Nabi Adam saja, Qabil dan Habil, sudah bercocok tanam dan beternak (ketika keduanya berselisih dalam memilih isteri, Allah SWT memerintahkan keduanya untuk memberikan kurban, Qabil mempersembahkan gandum yang kualitasnya buruk dan Habil mempersembahkan domba terbaiknya). Ini menunjukkan bahwa keluarga Nabi Adam and Hawa (Adam and Eve) hidup dari bercocok-tanam dan beternak.
Lebih dapat diterima oleh logika, jika dikatakan: manusia yang dikenali oleh malaikat sebagaimana diuraikan tadi, itulah Homo Erectus Soloensis, Homo Sapien dan Cro Magnon. Mereka inilah yang memiliki tabiat senang bermusuhan dan saling membunuh. Tapi jika ini benar, berarti Nabi Adam AS bukanlah manusia pertama!?
Satu-satunya yang bisa memberi petunjuk lebih lanjut adalah dengan mengukur rentang waktu dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW, bahkan hingga saat ini. Namun ini pun agak sulit, karena dalam Qur’an hanya dijelaskan silsilah 25 nabi dan rasul secara berurutan tanpa konteks waktu karena tidak disebutkan secara eksplisit nominal tahunnya. Beberapa nabi dan rasul hanya disebutkan usianya.
Tapi menurut seseorang, silsilah Nabi Adam hingga nabi Isa (Yesus Kristus) dijelaskan di dalam Kitab Bibel (Perjanjian Lama) berikut konteks waktunya, bahkan beberapa di antaranya lengkap dengan nominal tahunnya. Menurut orang ini, berdasarkan keterangan dari Kitab Bibel (Alkitab Kristen), rentang waktu dari Nabi Adam hingga Nabi Isa (Yesus) adalah 4.168 tahun. Dengan demikian, rentang waktu dari Nabi Adam hingga saat ini adalah 6.177 tahun. Ini sangat jauh dari usia Cro Magnon, apalagi Homo Sapiens, terlebih lagi Homo Erectus Soloensis.
Wallahu ‘alam Bishowwab!
Sumber!: http://desacinta.topicmanager.com/.
Aku tidak dalam posisi membenarkan atau mengatakan keterangan dari Bibel itu salah, karena seperti halnya Kitab suci Al-Qur’an, Taurat; Zabur; dan Injil termasuk Bibel Kristen juga adalah wahyu Allah yang diberikan pada Nabi Allah, Isa Almasih AS bin Maryam AS (Yesus Kristus putra Maria).
Tapi jika informasi dari Kitab Bibel mengenai rentang waktu dari Nabi Adam hingga Nabi ‘Isa Almasih itu benar adanya, maka akan muncul pertanyaan di benak Anda: apakah pada saat Nabi Adam diciptakan, manusia yang sebelumnya ada di bumi sudah punah?
Jika tidak, berarti di bumi ini ada tiga jenis manusia yang berkembang, yaitu!:
1] Manusia yang merupakan keturunan Nabi Adam and Hawa;
2] Manusia yang berasal dari manusia sebelum Nabi Adam and Hawa; (Contohnya: Manusia keturunan Homo Sapien; Homo Erektus; dll); serta
3] Manusia hasil pernikahan silang dari keduanya (Anak cucu Adam and Hawa mengawini anak cucu Homo Sapien; Homo Erektus; dll).

.
Demikianlah postingan ini aku buat berdasarkan sumber-sumber yang ada dari Kisah Adam and Hawa VS bukti-bukti and fakta-fakta manusia purba berdasarkan fakta-fakta yang telah ditemukan oleh para ilmuwan!
Lantas seperti apakah kebenarannya?
Untuk selanjutnya, silahkan fikir sendiri!!!

Pelurusan Sejarah: “Peradaban Manusia Dimulai dari Adam As”

Pelurusan Sejarah: “Peradaban Manusia Dimulai dari Adam As”




Beberapa teori sejarah yang sudah ada sejak zaman dahulu sering kali dapat dimentahkan oleh teori-teori terbaru sesuai perkembangan zaman. Banyak sejarah yang dahulu dipercaya sebagai peristiwa yang benar kini menjadi tidak dapat dipercaya. Meski yang menciptakan adalah beberapa orang berpengaruh dimasanya seperti halnya Plato dan lainnya. Teori sejarah atau pra sejarah pun saat ini menjadi hal yang sulit dipercaya bahkan cenderung mengabaikan prinsip-prinsip kepercayaan, terutama bagi kita yang beragama Islam karena seringnya teori-teori sejarah yang diajarkan disekolah-sekolah sangat bertentangan dengan Al-Qur’an.
Memang seharusnya teori-teori tersebut boleh diberitahukan namun tidak boleh digunakan sebagai acuan dalam pola fikir generasi kita. Ada teori yang menjelaskan bahwa manusia itu berasal dari evolusi, ada pula teori bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Kini, semua teori itu hanya menjadi sampah karena terbukti tidak benar sama sekali. Teori yang benar menurut Islam adalah bahwa asal mula manusia dibumi ini adalah dari Adam dan Hawa. Jadi semua manusia dibumi ini adalah keturunan Nabi Adam dan Hawa.Pertanyaan yang mungkin belum bisa dijawab oleh ahli sejarah dijagad raya ini adalah kapankah adam diturunkan dibumi?
Pertanyaan itulah yang seandainya bisa dijawab akan menjadikan titik terang munculnya peradaban manusia. Adam dan Hawa diturunkan oleh Allah SWT ke bumi disebuah tempat yang pada akhirnya mereka berdua bertemu dan hidup bersama disebuah tempat pula yang diyakini oleh mayoritas orang bahwa tempat itu adalah Makkah Al-Mukaromah. Jadi sebenarnya peradaban manusia pertama kali di bumi ini adalah Makkah, bukan di Mexico, bukan di India, bukan di China, bukan di Mesopotamia, bukan pula di Eropa.
Adam dan Hawa kemudian beranak pinak yang bermigrasi ke seluruh penjuru bumi, hingga generasi Nabi Idris, dan Nuh. Pada saat Nuh AS inilah peradaban manusia menghilang karena banjir besar yang hanya menyisakan manusia-manusia yang taat kepada Nabi Nuh AS dan seluruh binatang yang ikut serta dalam rombongan perahu Nuh. Mungkin versi orang-orang barat inilah yang disebut dengan mencairnya es dibumi sehingga menghancurkan peradaban-peradaban dibumi. Pengikut nabi Nuh dan semua binatang pun pada akhirnya bermigrasi ke seluruh penjuru bumi yang dapat ditempati.
Teori Plato yang menjelaskan bahwa setelah banjir besar Nuh itu ada sebuah benua yang diklaim bernama Atlantis menjadi lautan dan menyisakan daratan-daratan sebagai pulau. Atlantis saat ini diyakini beberapa ahli sejarah adalah Indonesia. Kapankah banjir Nuh itu terjadi? Mungkin banyak ahli sejarah yang mampu menghitung secara pasti kapan itu terjadi.
Peninggalan-peninggalan peradaban manusia tertua yang ditemukan saat ini rata-rata adalah kurang dari 5000th SM. Jadi bisa diperkirakan bahwa peninggalan peradaban manusia yang ditemukan di China, Irak, Mexico dan lain-lain adalah peninggalan setelah nabi Nuh.

Peradaban Manusia Menurut Al-Qur'an

Fakta Ilmiah dalam Al Quran telah terbukti kebenarannya
Fakta Ilmiah dalam Al Quran telah terbukti kebenarannya yang banyak ditemukan oleh para ilmuwan. Setiap Rasul yang diutus Allah SWT kepada manusia dibekali dengan keistimewaan-keistimewaan yang disebut mukjizat. Mukjizat ini bukanlah kesaktian ataupun tipu muslihat untuk memperdayai umat manusia, melainkan kelebihan yang Allah SWT berikan untuk meneguhkan kedudukan para Rasulnya dan mempertegas seruan (dakwah) mereka agar manusia beriman kepada Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya (tauhid).
Namun mukjizat setiap nabi dan Rasul berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan karakter dan kondisi kaumnya yang menjadi objek dakwah. Lalu, apakah mukjizat Nabi Muhammad saw?
Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad saw, yang terbesar adalah Alquran. Alquran adalah kitab suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Alquran bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat Muslim, tapi juga seluruh umat manusia.
Salah satu keajaiban Alquran, adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan 14 abad yang lalu hingga kiamat nanti. Otentisitas Alquran sudah dijamin oleh Allah, seperti dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” (QS Al-Hijr: 9)
Bukti otentisitas ini adalah banyaknya penghafal Alquran yang terus lahir ke dunia, dan pengkajian ilmiah terhadap ayat-ayatnya yang tak pernah berhenti. Kejaibannya, meski Alquran diturunkan 14 abad lalu, namun ayat-ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Alquran yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah ekperimen penelitian ilmiah.
Berikut beberapa fakta ilmiah Alquran yang dihimpun dari berbagai sumber, di mana berbagai penemuan ilmiah saat ini ternyata sesuai dengan ayat-ayatnya.
1. Fakta tentang besi
Besi adalah salah satu logam berat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Dalam Alquran surat Al Hadiid ayat 25 menjelaskan bahwa Allah menurunkan besi yang memiliki kekuatan hebat dan memiliki banyak manfaat bagi manusia.
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Alkitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan (anzalnaa) besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.”
Dalam ayat ini, kata “anzalnaa” memiliki arti “kami turunkan” digunakan untuk menunjuk besi. Apabila diartikan secara kiasan kata “anzalnaa” menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia.
Apabila mengartikan kata itu secara harfiah, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, maka diperoleh arti bahwa besi diturunkan dari langit. Beberapa ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran ayat itu. Partikel besi tidak berasal dari bumi melainkan berasal dari benda-benda luar angkasa.
Paling tidak, terdapat sembilan ayat dalam Alquran yang membahas dan menjelaskan tentang besi. Salah satunya, “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” (QS An-Nahl: ayat 81)
2. Fakta penciptaan berpasang-pasangan
Surat Yaasin ayat 36 menjelaskan, Allah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasang. Dalam ayat lain, Allah uga berfirman, “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” (QS Adz-Zaariyat: 49).
Menurut ayat ini, Allah menciptakan yang berpasangan tidak hanya manusia, melainkan segala sesuatu yang tumbuh dari bumi dan berbagai partikel yang tidak terlihat mata.
Seorang ilmuwan asal Inggris, Paul Dirac, berhasil melakukan penelitian yang membuktikan bahwa materi diciptakan secara berpasangan. Penemuannya dinamakan ‘Parite. Dia memperoleh Nobel di bidang fisika pada tahun 1933 karena penemuannya itu.
3. Fakta tentang garis edar tata surya
Matahari, planet, satelit dan benda langit lainnya bergerak dalam garis edarnya masing-masing. Alquran surat Al Anbiya ayat 33 dan surat Yaasin ayat 38 menjelaskan mengenai fakta ilmiah itu dan terbukti kebenaranya.
Banyak ayat dalam Alquran yang menjelaskan tentang alam semesta dan tata surya. Beberapa di antaranya seperti:
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al Anbiya:33)
“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS Yaa Siin: 38)
“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.” (QS Yaa Siin: 39)
“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS Yaa Siin: 40)
Pengamatan astronomi telah membuktikan kebenaran fakta ini. Menurut ahli astronomi, matahari bergerak sangat cepat dengan kecepatan mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex.
Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Semua bintang yang ada di alam semesta juga berada dalam suatu gerakan serupa.
4. Fakta tentang penciptaan manusia dalam 3 tahap
Dalam Alquran surat Az Zumar ayat 6 dijelaskan, manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan.
“Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?”
Perkembangan ilmu Biologi modern telah berhasil mengungkap petunjuk dari ayat itu. Pertumbuhan bayi di dalam rahim melewati tiga tahap (tiga kegelapan). Alquran menggunakan istilah ‘kegelapan’ karena memang proses penciptaan manusia dalam perut ibu terjadi di dalam rahim yang gelap. Tahap-tahap itu, pertama, tahap Pre-embrionik, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel kemudian menjadi segumpalan sel yang membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot, sel-sel penyusunnya mengatur diri mereka sendiri untuk membentuk tiga lapisan.
Kedua, tahap Embrionik yang berlangsung lima setengah minggu. Bayi pada tahap ini disebut “embrio”. Organ dan sistem tubuh bayi juga mulai terbentuk.
Ketiga tahap fetus yang dimulai sejak kehamilan bulan 8 hingga lahir. Pada tahap ini bayi telah menyerupai manusia dengan wajah, kedua tangan dan kakinya.
5. Fakta tentang jenis kelamin bayi
Hasil penemuan ilmu genetika abad 20 menjelaskan bahwa jenis kelamin seorang bayi ditentukan oleh air mani dari pria. Dalam air mani pria terdapat kromosom x yang berisi sifat-sifat kewanitaan dan kromosom y berisi sifat kelaki-lakian. Sedangkan dalam sel telur wanita hanya mengandung kromosom x yang mengandung sifat-sifat kewanitaan. Jenis kelamin seorang bayi tergantung pada sperma yang membuahi, apakah mengandung kromosom x atau y.
Alquran telah menjelaskan fakta itu dalam surat An Najm ayat 45-46, “Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.”
Sebelum penemuan itu diperoleh, masyarakat menganggap bahwa penentu jenis kelamin berasal dari wanita.
6. Fakta tentang sidik jari manusia
Setiap manusia memiliki ciri sidik jari yang unik dan berbeda antara satu orang dengan lainnya. Keunikan sidik jari baru ditemukan pada abad 19. Sebelum penemuan itu, sidik jari hanya dianggap sebagai lengkungan biasa yang tidak memiliki arti.
Alquran surat Al Qiyaamah ayat 3-4 menjelaskan tentang kekuasaan Allah untuk menyatukan kembali tulang belulang orang yang telah meninggal, bahkan Allah juga mampu menyusun kembali ujung-ujung jarinya dengan sempurna.
QS Al Qiyamah ayat 3-4:
“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?”
“Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.”
7. Fakta tentang menyusui bayi selama 2 tahun
Air susu ibu atau ASI sangat bermanfaat bagi bayi. ASI adalah sumber makanan terbaik bagi bayi dan mengandung zat yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Tidak ada susu buatan manusia yang mampu menandingi kualitas ASI.
Alquran surat Luqman ayat 14 menganjurkan manusia untuk berbuat baik kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Surat ini menjelaskan bahwa waktu yang terbaik untuk memberikan ASI bagi seorang bayi adalah 2 tahun karena memberikan banyak manfaat.
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
8. Fakta tentang relativitas waktu
Albert Einstein pada awal abad 20 berhasil menemukan teori relativitas waktu. Teori ini menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Waktu dapat berubah sesuai dengan keadaannya. Beberapa ayat dalam Alquran juga telah megisyaratkan adanya relativitas waktu ini, di antaranya dalam Alquran surat Al Hajj ayat 47, surat As Sajdah ayat 5 dan Alquran surat Al Ma’aarij ayat 4.
“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS Al Hajj: 47)
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS As Sajdah:5)
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (QS Al Ma’arij:4)
Beberapa ayat Alquran lainnya menjelaskan, manusia terkadang merasakan waktu secara berbeda, waktu yang singkat dapat terasa lama dan begitu juga sebaliknya.
9. Fakta tentang gunung
Gunung tidak hanya memperindah pemandangan. Dikaji dari ilmu geologi, gunung berfungsi sebagai penyeimbang bumi dari goncangan. Gunung muncul karena tumbukan lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip ke bawah sedangkan lempengan yang lemah melipat ke atas membentuk dataran tinggi dan gunung.
Alquran menjelaskan fungsi gunung dalam beberapa ayat di antaranya dalam surat Al Anbiyaa ayat 21 dan surat An Naba’ ayat 6-7. Gunung diibaratkan sebuah paku yang menjadikan lembaran kayu tetap saling menyatu.
“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” (QS Al Anbiya:31)
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?,” (QS An Naba’: 6-7)
10. Fakta tentang dasar lautan yang gelap
Manusia tidak mampu menyelam di laut dengan kedalaman di bawah 40 meter tanpa peralatan khusus. Dalam sebuah buku berjudul Oceans juga dijelaskan, pada kedalaman 200 meter hamper tidak dijumpai cahaya, sedangkan pada kedalaman 1000 meter tidak terdapat cahaya sama sekali.
Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah penemuan teknologi canggih. Namun Alquran telah menjelaskan keadaan dasar lautan semenjak ribuan tahun lalu sebelum teknologi itu ditemukan. Alquran surat An Nur ayat 40 menjelaskan mengenai fakta ilmiah ini.
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS An Nuur: 40).
eramuslim.com

Bagaimana Sebenarnya proses menculnya Manusia?

  Dalam al-Qur’an, tidak ada keterangan yang tersirat atau tersurat bahwa Adam manusia pertama, dalam artian, tidak ada manusia sebelum Adam. Dalam al-Qur’an hanya disebutkan bahwa Adam adalah nabi/rasul/khalifah ( pemimpin ) yang pertama, tetapi bukan manusia yang pertama. Berbeda dengan Perjanjian Lama, al-Qur’an sama sekali tidak memuat sejarah silsilah keturanan Adam, jadi tidak pernah diketahui dan tidak pernah bisa disimpulkan berapa rentang waktu lamanya sejarah penciptaan Adam.

Bahwa Adam bukan manusia pertama, tersirat dalam kisah di al-Qur’an * Saat Allah akan menciptakan Adam dan Hawa, Allah memberitahukan rencana tsb kepada para malaikat, kata malaikat ” mengapa Engkau ingin menciptakan manusia yang akan saling bermusuhan dan membunuh ?” Jawab Allah, ” Aku lebih mengetahui daripada kalian.” * Jawaban para malaikat menunjukan, bahwa malaikat sudah tahu tabiat manusia, ini berarti ada presedennya, artinya, sebelum Adam, sudah ada manusia manusia di planet bumi.

Apalagi jika melihat beragamnya bentuk fysik manusia, seperti orang Afrika, Eropa, China, Papua, Aborigin, Indian dll, mengisyaratkan bahwa manusia tidak berasal dari sepasang manusia, tetapi Allah menciptakan manusia banyak dibeberapa tempat di muka bumi ini. Jadi, ketika Adam muncul di bumi, di bumi sudah ada manusia manusia di berbagai tempat. Dalam al-Qur’an, Adam tidak diceritakan sebagai manusia pertama, tetapi Adam adalah Nabi/Rasul/Khalifah pertama.

Yang pasti, keyakinan bahwa Adam sebagai manusia pertama, jelas menyalahi fakta sejarah. Logikanya adalah, Adam dan Hawa diciptakan oleh Allah sangat sempurna, sudah berbudaya dan beragama. Lalu bagaimana mungkin sesudah itu muncul manusia manusia purba dengan tingkat budaya yang rendah dan dengan bentuk fysik yang kurang sempurna. Jadi, manusia yang ada sekarang ini, tidak hanya berasal dari sepasang Adam dan Hawa, tetapi juga berasal dari keturunan manusia yang sudah Allah ciptakan sebelum Adam. Golongan darah manusia yang beragam seperti A, B, O dan AB adalah bukti nyata bahwa manusia tidak berasal dari sepasang Adam Hawa !

Yang pasti, keyakinan bahwa Adam dan Hawa BUKAN manusia pertama, TIDAK bertentangan dengan isi kitab al-Qur’an, sebab memang al-Qur’an tidak menyebutkan bahwa Adam adalah manusia pertama di plenet bumi. Entahlah kalau kitab suci lain meyakini Adam dan Hawa sebagai manusia pertama, maka keyakinan tersebut perlu diperdebatkan dengan temuan sejarah dan ilmu pengetahuan !

Lalu, bagaimana dengan teori Darwin ? teori evolusi Charles Darwin adalah sesat dan menyesatkan. Manusia bukan berasal dari primata sejenis kera. Allah menciptakan manusia pertama pun sudah sebagai manusia, hanya saja tingkat kecerdasannya masih minim dan bentuk fysiknya belum sempurna seperti sekarang, lalu mereka berevolusi pemikiran dan bentuk fysik. Tetapi pada awalnya, bukan sebagai primata. Primata dengan manusia pertama jelas berbeda. Primata adalah hewan dan tidak akan pernah berevolusi menjadi manusia. Sedangkan manusia tetap awalnya sudah sebagai manusia, hanya saja kecerdasan dan bentuk fysik manusia pertama belum sebaik manusia sekarang…. 

sejarah manusia menurut agama islam



sejarah manusia menurut agama islam



Manusia  purba menurut pandangan agama islam
       Pemikiran tentang adanya evolusi kehidupan didasarkan pada temuan adanya kemiripan antarspesies makhluk hidup. Perbedaan yang sifatnya gradual sangat mungkin disebabkan oleh seleksi alam. Alasannya, hanya keturunan yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya yang akan mampu bertahan. Walaupun demikian, generasi yang telah beradaptasi dengan segala perubahan fisiknya tetap membawa sifat-sifat pokok dari induknya.
       Dalam Agama Islam, segala sesuatunya telah diatur dengan baik dan digambarkan dalam kitab suci Al-Quran. Tidak luput olehNya, maka sudah sepantasnya kita mengakui bahwa Al Qur’an adalah satu-satunya literatur yang paling benar dan bersifat global bagi ilmu pengetahuan. Termasuk ilmu tentang bagaimana proses pembentukkan manusia yang juga digambarkan sejelas-jelasnya
"Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib....." (QS. Al Baqarah (2) : 2-3)
       Dengan memperhatikan ayat tersebut maka kita seharusnya tidak perlu berkecil hati menghadapi orang-orang yang menyangkal kebenaran keterangan mengenai asal usul manusia. Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki unsur utama yang dijelaskan dalam Al Qur’an yaitu Iman kepada yang Ghaib. Ini sebenarnya tampak pula dalam pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh mereka dalam menguraikan masalah tersebut yaitu selalu diawali dengan kata kemungkinan, diperkirakan, dsb. Jadi sebenarnya para ilmuwanpun ragu-ragu dengan apa yang mereka nyatakan.
Tahapan kejadian manusia yang dijelaskan dalam Al-qur’an :
a) Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)
       Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :
"Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah". (QS. As Sajdah (32) : 7)
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". (QS. Al Hijr (15) : 26)
       Disamping itu Allah juga menjelaskan secara rinci tentang penciptaan manusia pertama itu dalah surat Al Hijr ayat 28 dan 29 . Di dalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda :
"Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah". (HR. Bukhari)
b) Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)
       Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawanjenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri). Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam salah sati firman-Nya :
"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" (QS. Yaasiin (36) : 36)
       Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1 yaitu :
"Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak..." (QS. An Nisaa’ (4) : 1)
       Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan :
"Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam" (HR. Bukhari-Muslim)
       Apabila kita amati proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tak langsung hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.
c) Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)
       Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis.
Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik." (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14).
       Islam, memandang manusia sebagi mahluk ciptaan Allah swt yang paling sempurna. Dia adalah mahluk pilihan yang “paling mulia kedudukannya dari pada mahluk-mahluk lain” ciptaan Allah swt. Begitu banyak keistimewaan yang dikaruniakan dalam diri manusia, mulai dari wujudnya yang paling indah dibanding dengan mahluk Allah swt yang lain, sampai pada komponen penyusun dalam diri manusia yang tidak yang menyamainya. Jadi disini sudah jelas manusia itu bukan berasal dari monyet karena manusia itu mahluk ciptaan Allah swt yang paling sempurna dan tidak ada yang menyerupainya.
       Berdasarkan beberapa uraian dalil al-qur’an di atas ternyata tidak ada yang menjelaskan bahwa manusia itu diciptakan dari hasil evolusi seperti menurut Teori Darwin. Dengan kata lain, Al-qur’an tidak mendukung gagasan bahwa manusia diciptakan memalui suatu proses evolusi dari satu jenis ke jenis lainnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa manusia itu berasal dari suatu saripati (berasal) dari tanah, kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Sama sekali jauh dari gambaran manusia si Darwin itu. Nenek moyang manusia bukanlah monyet/kera. Manusia bukan hasil evolusi dari monyet, karena manusia itu mahluk ciptaan Allah swt yang paling sempurna dan tidak ada yang menyerupainya. Antara manusia dan monyet tidak ada hubungan sama sekali, serta masing-masing mempunyai jalan kehidupan sendiri-sendiri.
       Opini : Allah swt menciptakan manusia di dunia ini dengan sempurna dan segala potensi yang sangat luar biasa. Pertama, potensi untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya, seperti makan, minum dll. Kedua, potensi naluri untuk beribadah kepada sang Khalik, mempertahankan diri dan melestarikan keturunan. Ketiga, potensi akal. Dengan akal manusia dapat berfikir ketika hendak berbuat. Dengan akal pula manusia akan mampu memecahkan uqdatul qubro (3 pertanyaan mendasar dalam hidup), yaitu dari mana manusia berasal, untuk apa manusia diciptakan di dunia dan akan kemana manusia setelah mati. Melalui proses berfikir yang cemerlang manusia akan mampu menjawab manusia berasal dari Allah yang menciptaannya, manusia hidup untuk beribadah kepada Allah dan akan kembali kepada Allah. Namun, manusia juga sangat berpotensi untuk melakukan kesalahan dan kerusakan ketika ia tidak mempergunakan akalnya sesuai dengan perintah Allah swt. Wallahu’alam…

hubungan antara Manusia Purba dengan Dinosaurus

Seputar Zaman Purba, Dinosaurus, Dan Nabi Adam?


Pak Ustadz, saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan.

1. Bagaimana kedudukan zaman purba dalam kacamata Islam, mengingat bukti otentik-otentik seperti fosil Dinosaurus telah ditemukan? lalu apakah Nabi Adam yang merupakan manusia pertama juga hidup di zaman tersebut?

2. Sebenarnya apakah hubungan antara manusia purba dengan Nabi Adam sebagai manusia pertama? apakah memang Nabi Adam itu sendiri mempunyai perawakan seperti manusia purba?

3. Bagaimanakah proses Nabi Adam menurunkan keturunannya (manusia)? karena apakah mungkin habil dan qabil (keduanya anak Nabi Adam) menikah, padahal mereka adalah satu mahram.

Jazakumullah.

Maramis - Karang Indah




Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba’d.

Dinosaurus yang konon ada bukti otentiknya tidak berarti 100% otentik. Sebab sampai saat ini -perlu Anda pahami- bahwa belum pernah ditemukan fosil dinosaurus yang utuh semua tulang-tulangnya dan membentuk kerangka tubuh yang lengkap.

Yang ditemukan hanya tulang belulang yang sangat tidak utuh dan bahkan sudah jadi fosil, sehingga bagaimana sampai kepada bermacam-macam bentuk makhluk yang ada dalam film, lengkap dengan anatomi yang detail, dengan kaki, paruh, sayap, berat badan dan seterusnya, semuanya hanya perkiraan dan dugaan-dugaan semata. Selebihnya, adalah hasil kerja keras para ahli spesial efek Holywood yang membuat hayalan tentang hewan-hewan itu.

Sampai hari ini belum ada seorang pun yang pernah melihat dinosaurus dalam keadaan masih hidup dan utuh. Kecuali di Jurrasick Park dalam hayalan Stephen Spileberg. Bahkan sekedar tulang kerangkanya yang utuh pun belum pernah ada yang melihatnya. Yang ada hanya sepotong kecil tulang yang sudah jadi fosil. Itu saja dan tidak lebih. Dan bagaimana kisah sepotong kecil fosil bisa melahirkan imajinasi rupa-rupa makhluk purba, jawabannya adalah wallahu a`lam bishshawab.

Nabi Adam Seperti Apa ?

Nabi Adam adalah manusia sempurna seperti kita, berjalan tegak dengan kedua kaki, berpakaian yang menutup aurat, berbahasa (arab) fasih dengan jutaan kosa kata. Punya agama yaitu Islam dan bahkan dia adalah seorang nabi yang menerima wahyu dari Allah SWT serta syariat khusus untuk manusia saat itu.

Sosok Nabi Adam sangat civilize sekali, beliau bukan makhluq purba. Beliau adalah makhluk penghuni surga yang penuh peradaban maju. Beliau turun ke muka bumi bisa dikatakan sebagai `alien` dari sebuah peradaban yang jauh lebih maju dan jauh lebih cerdas. Karena itulah disebut sebagai `khalifah` di muka bumi. Beliau adalah jenis makhluq terbaru di muka bumi yang sebelumnya belum pernah ada.

Beliau adalah makhluq cerdas bahkan teramat cerdas. Bahkan dahulu ketika baru diciptakan, seluruh malaikat bersujud kepadanya atas perintah Allah Tuhan alam semesta, lantaran kecerdasannya itu. Kecerdasannya menjadikannya makhluq yang punya derajat amat tinggi di tengah makhluq yang pernah ada.

Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama yang sujud itu. (QS. Al-Hijr : 30-31)

Sama sekali jauh dari gambaran manusia kera-nya si Darwin itu yang berjalan dengan empat kaki dan menjadi makhluq purba berpakaian seadanya.

Qabil dan Habil Menikahi Saudari Mereka

Syariat yang Allah SWT turunkan berbeda-beda untuk tiap nabi. Sesuatu yang halal di suatu umat bisa saja haram di umat lainnya. Sehingga kalau di masa itu dibolehkan menikah dengan adik kandungnya sendiri, apa susahnya buat Allah SWT untuk membuat peraturan?

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

**ADAM AS ATAU MANUSIA PURBA **

Manusia pertama di bumi, Nabi Adam Atau Manusia Purba ???


**ADAM AS ATAU MANUSIA PURBA **


*Jika membaca judul yang saya terahkan di atas, mungkin di pikiran kalian bertanya tanya "siapa yang  pertama yang ada di dunia ? "
- jika nabi adam kenapa harus ada bukti ilmiah yaitu penemuan penemuan purbakala dimana itu adalah bukti adanya kehidupan sebelum adanya kita.
- jika manusia purba yang pertama mengapa di semua kitab menyebutkan Adam lah yang pertama dimana dia adalah bapak dari semua umat manusia yang ada di dunia.
Hal ini masih menimbulkan perdebatan yang sungguh luar biasa di kalangan ilmuan dan petua agama.
kita bahas saja satu persatu melalui ajaran agama dan teori yang ada !!



NABI ADAM AS


*maaf ini hanya gambar ilustrasi saja

Adam (Ibrani: אָדָם; Arab:آدم, berarti tanah, manusia, atau cokelat muda)
(hidup sekitar 5872-4942 SM) adalah dipercaya oleh agama-agama Samawi sebagai manusia pertama, bersama dengan istrinya yang bernama Hawa. Menurut Agama Samawi pula, merekalah orang tua dari semua manusia yang ada di dunia. Rincian kisah mengenai Adam dan Hawa berbeda-beda antara agama Islam, Yahudi, Kristen, maupun agama lain yang berkembang dari ketiga agama Abrahamik ini
Adam menurut islam
Adam hidup selama 930 tahun setelah penciptaan (sekitar 3760-2830 SM), sedangkan Hawa lahir ketika Adam berusia 130 tahun. Al-Quran memuat kisah Adam dalam beberapa surat, di antaranya Al-Baqarah [2]:30-38 dan Al-A’raaf [7]:11-25.

Menurut Ibnu Humayd, Ibnu Ishaq, dan Salamah anak-anak Adam adalah: Qabil dan Iqlima, Habil dan Labuda, Sith dan Azura, Ashut dan saudara perempuannya, Ayad dan saudara perempuannya, Balagh dan saudara perempuannya, Athati dan saudara perempuannya, Tawbah dan saudara perempuannya, Darabi dan saudara perempuannya, Hadaz dan saudara perempuannya, Yahus dan saudara perempuannya, Sandal dan saudara perempuannya, dan Baraq dan saudara perempuannya. Total keseluruhan anak Adam sejumlah 40
Wujud Adam.
Menurut hadits Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Adam memiliki postur badan dengan ketinggian 60 hasta (kurang lebih 27,432 meter). Hadits mengenai ini pula ditemukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad, namun dalam sanad yang berbeda.

Sosok Adam digambarkan sangat beradab sekali, memiliki ilmu yang tinggi dan ia bukan makhluk purba. Ia berasal dari surga yang berperadaban maju. Turun ke muka bumi bisa sebagai manusia dari sebuah peradaban yang jauh lebih maju dan jauh lebih cerdas dari peradaban manusia sampai kapanpun, oleh karena itulah Allah menunjuknya sebagai `khalifah` (pemimpin) di muka bumi.

Dalam gambarannya ia adalah makhluk yang teramat cerdas, sangat dimuliakan oleh Allah, memiliki kelebihan yang sempurna dibandingkan makhluk yang lain sebelumnya dan diciptakan dalam bentuk yang terbaik. Sesuai dengan Surah Al Israa' 70, yang berbunyi:“ ...dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan (Al Israa' 17:70) ”


Dalam surah At-Tiin ayat 4 yang berbunyi:
“ sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (At Tiin 95:4) ”


Menurut riwayat di dalam Al-Qur'an, ketika Nabi Adam as baru selesai diciptakan oleh Allah, seluruh malaikat bersujud kepadanya atas perintah Allah, lantaran kemuliaan dan kecerdasannya
itu, menjadikannya makhluk yang punya derajat amat tinggi di tengah makhluk yang pernah ada. Sama sekali berbeda jauh dari gambaran manusia purba menurut Charles Darwin, yang digambarkan berjalan dengan empat kaki dan menjadi makhluk purba berpakaian seadanya.

Adakah mahluk lain sebelum terciptannya Nabi adam

Menurut syariat Islam, Adam tidak diciptakan di Bumi, tetapi diturunkan dimuka bumi sebagai manusia dan diangkat /ditunjuk Allah sebagai Khalifah (pemimpin/pengganti /penerus) di muka bumi atau sebagai makhluk pengganti yang tentunya ada makhluk lain yang di ganti, dengan kata lain adalah Adam 'bukanlah makhluk berakal pertama' yang memimpin di Bumi.

Dalam Al-Quran disebutkan tiga jenis makhluk berakal yang diciptakan Allah yaitu manusia, jin, dan malaikat. Manusia dan Jin memiliki tujuan penciptaan yang sama oleh karena itu sama-sama memiliki akal yang dinamis dan nafsu namun hidup pada dimensi yang berbeda. Sedangkan malaikat hanya memiliki akal yang statis dan tidak memiliki nafsu karena tujuan penciptaanya sebagai pesuruh Allah. Tidak tertutup kemungkinan bahwa ada makhluk berakal lain selain ketiga makhluk ini.

Dari ayat Al-Baqarah 30, banyak mengundang pertanyaan, siapakah makhluk yang berbuat kerusakan yang dimaksud oleh malaikat pada ayat di atas. Dalam Arkeologi, berdasarkan fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia. Mereka nyaris seperti manusia, tetapi memiliki karakteristik yang primitif dan tidak berbudaya.

Volume otak mereka lebih kecil dari manusia, oleh karena itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak suara vowel yang mampu mereka bunyikan.
Pithecanthropus Erectus

Sebagai contoh Pithecanthropus Erectus memiliki volume otak sekitar 900 cc, sementara Homo sapiens memiliki volume otak di atas 1000 cc (otak kera maksimal sebesar 600 cc). Maka dari itu bisa diambil kesimpulan bahwa semenjak 20.000 tahun yang lalu, telah ada sosok makhluk yang memiliki kemampuan akal yang mendekati kemampuan berpikir manusia pada zaman sebelum kedatangan Adam.

Surah Al Hijr ayat 27 berisi:“ Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (Al Hijr 15:27) ”

Dari ayat ini, sebagian lain ulama berpendapat bahwa makhluk berakal yang dimaksud tidak lain adalah Jin seperti dalam kitab tafsir Ibnu Katsir mengatakan: "Yang dimaksud dengan makhluk sebelum Adam diciptakan adalah Jin yang suka berbuat kerusuhan."menurut salah seorang perawi hadits yang bernama Thawus al-Yamani, salah satu penghuni sekaligus penguasa/pemimpin di muka bumi adalah dari golongan jin. Walaupun begitu pendapat ini masih diragukan karena manusia dan jin hidup pada dimensi yang berbeda.Sehingga tidak mungkin manusia menjadi pengganti bagi Jin.
Jadi manakah yang duluan adam, jin, atau  Pithecanthropus Erectus ?? 
MANUSIA PURBAKALA



Sekilas kita semua bertanya tanya Apakah manusia itu benar benar ada ? Apakah yang di temukan para ilmuan di dunia tentang fosil fosil purbakala itu apakah memang dulu pernah hidup ?
pasti banyak macam macam jawaban menghampiri kita,
jika anda ingin mengetahui dengan pasti silakan saja kembali ke masa kehidupan purba dengan menggunakan mesin waktunya doraemon. Hahaha itu sangat mustahil dan tak pernah di terima logika kita. 

*menurut para ilmuan yang berkiblat kepada darwin, Manusia purba merupakan bagian dari evolusi biologi dan sejarah kehidupan umat manusia yang hadir seiring munculnya homo sapiens. Ini merupakan subyek yang luas penyelidikan ilmiah yang berusaha memahami dan menjelaskan bagaimana perubahan ini terjadi. Studi dari evolusi manusia meliputi berbagai ilmu pengetahuan, terutama fisik antropologi, linguistik dan genetika. Keberadaan manusia purba, termasuk binatang dinosaurus sudah banyak disangkal oleh para ilmuwan modern. Beberapa temuan terakhir justru menunjukkan bahwa teori manusia purba tidak benar alias tidak pernah ada. Selama ini kita mendapatkan pemahaman yang salah yang diberikan pada waktu pendidikan dasar, ditambah dengan rekayasa film ala holywood yang memvisualisasi keberadaan mahlukmahluk di jaman purba, di antaranya Film Jurasic Park. Keadaan menjadi bertambah parah tatkala teori tentang manusia purba yang dikemukakan oleh para evolusionis ini diberikan tempat di dalam kurikulum pendidikan dasar kita.

Para ilmuwan Barat yang sebagian besar memang menganut teori evolusi memasukkan Australopithecus atau ras kera yang telah punah sebagai ras "nenek moyang manusia".
Padahal ada jurang besar dan tak berhubungan antara kera dan manusia. Perbedaan ini yang tidak bisa dijelaskan oleh mereka selanjutnya disebut dengan mata rantai yang hilang (missing link). Adapun ras manusia primitif menurut mereka, sebenarnya hanya variasi dari ras manusia modern, namun dibesar-besarkan sebagai spesies yang berbeda. Faktanya, spesies yang berbeda. Fakta tidak ada urutan kronologis seperti itu. Banyak yang hidup pada periode yang sama yang berarti tidak ada evolusi, bahkan ada yang lebih tua dari jenis yang diklaim sebagai nenek moyangnya.
CHARLES DARWIN dan bukunya yang berjudul THE ORIGIN OF SPECIES


Charles Darwin (12 Februari 1809 – 19 April 1882, usia akhir 73 tahun), adalah seorang naturalis, berkebangsaan Inggris, pencetus “Teori Evolusi” berdasarkan teori “Seleksi Alam” yang dikembangkannya. Darwin menulis ide tentang evolusi di buku berjudul “The Origin of Species” (Asal-usul Spesies”) yang diterbitkan pada tahun 1859.
-
Buku ini memperkenalkan teori ilmiah bahwa makhluk hidup berevolusi (berubah secara berangsur-angsur) dari generasi ke generasi melalui proses seleksi alam. Dalam teori evolusi dijelaskan juga bahwa manusia memiliki nenek moyang yang sama dengan monyet. Isi buku ini menimbulkan kontroversial karena menentang teori penciptaan menurut kepercayaan agama yang menyatakan bahwa makhluk hidup termasuk manusia diciptakan secara tiba-tiba dalam bentuk yang sempurna dan tidak berubah wujudnya sejak awal penciptaan. Buku yang ditulisnya merupakan hasil ekspedisi lautnya dengan kapal layar HMS Beagle pada tahun 1830, dan dilanjutkan dengan penyelidikan dan eksperimen setelah tiba kembali dari ekspedisi.

Teori ilmiah tentang evolusi juga telah berevolusi dibandingkan dengan teori awal yang ditulis Darwin, namun seleksi alam tetap menjadi teori ilmiah yang paling banyak diterima untuk menjelaskan evolusi dari suatu spesies. Kontroversi teori penciptaan dan teori evolusi terus berlangsung hingga saat ini.
Darwin mengerjakan teorinya itu selama 20 tahun. Dari studinya Darwin menyimpulkan bahwa :

1. Evolusi terjadi di alam.
2. Perubahan evolusioner terjadi secara perlahan-lahan (gradual) dalam tempo ribuan sampai jutaan tahun. Proses yang menyebabkan perubahan ini menghasilkan populasi yang perlahan-lahan bisa beradaptasi dengan lingkungan, dan pada akhirnya, setelah berlangsung secara terus-menerus akan terbentuk keragaman yang baru, dan akhirnya menjadi spesies baru.
3. Mekanisme utama dalam terjadinya evolusi adalah satu proses yang disebut seleksi alam. Individu yang selamat kemungkinan besar akan menurunkan ciri-ciri yang dimilikinya kepada generasi berikutnya.
4. Jutaan spesies yang hidup dewasa ini berasal dari satu bentuk kehidupan asli tunggal melalui proses pencabangan yang dikenal dengan nama spesiasi (speciation).
KONSEP EVOLUSI DARWIN 

KONSEP RINGKAS


Mungkin setelah melihat gambar di atas pasti anda akan nabung buat beli tiket naik pesawat menuju ke inggris tepatnya menuju ke makam di mana Darwin di kubur dan bermotif untuk membakar tulang belulangnya darwin dan berkata marah "GILAA LOE DARWIN MASAK GUE AMA NENEK MOYANG GUE LOE SAMAIN SAMA KERA :@"
hahah saya terlalu mengkhayal , tapi itu semua hanya teori yang dimana ada yang salah ada yang benar, jadi tergantung bagaimana presepsi kita meyakininya. 
Jadi mana yang anda anggap yang duluan berada di muka bumi??
*Menurut saya pribadi yang duluan berada di bumi itu Manusia purba !! knapa begitu ?
nabi adam itu tidak diciptakan di bumi melainkan di surga dan saat  itu bumi pun sudah tercipta dan memang sudah ada kehidupan yaitu zaman purba dengan bukti
Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
QS. Luqman (31) : 10

....disini ditunjukkan bahwa setelah penciptaan bumi, juga dikembangbiakkan binatang2. dan ini seharusnya adalah binatang2 prasejarah dan juga binatang2 yang kita lihat saat ini. wallahualam.

Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Rasulullah SAW memegang tanganku kemudian berkata: "Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Tinggi telah menciptakan tanah (bumi) pada hari Sabtu, menciptakan padanya gunung-gunung hari Ahad, menciptakan pohon pada hari Senin, menciptakan hal-hal yang tidak disenangi pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, dan menyebarkan binatang padanya hari Kamis, dan menciptakan Adam alaihissalam setelah Ashar pada hari Jum'at pada akhir penciptaan pada akhir waktu dari waktu-waktu Jum'at antara Ashar hingga malam."
(sumber)

....harap diketahui bahwa panjangnya hari antara manusia dan Allah berbeda. hal ini dibuktikan oleh :

Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”.
QS. Al-Mu'minuun (23) : 114

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.
QS. An-Nazi'at (79) : 46

kita pribadi bisa mengalaminya sendiri, yaitu dengan mengira2 berapa lamanya kita tertidur. terasa singkat bukan?

sungguh lama waktu antara kamis (saat penyebaran binatang pada awalnya) dan jum'at (penciptaan Adam).. berdasarkan pengukuran geologis umur bumi adalah 4,5-4,6 milyar tahun. dinosaurus sendiri diperkirakan punah 65 juta tahun yang lalu, dan diperkirakan telah menghuni bumi selama 145 juta tahun. dan manusia belum begitu lama mendiami bumi bukan? jadi memang, manusia dan dinosaurus tidak mempunyai ikatan secara langsung yang harus secara eksplisit dituliskan dalam Al-Quran.. dan secara akidah, tidaklah ada keperluan untuk membahas adanya dinosaurus, bukan? namun begitu, bukankah telah disebutkan bahwa binatang diciptakan sebelum manusia? bukankah di dalam hari itu ada zamannya dinosaurus, yang fosilnya sudah ditemukan para ilmuwan? inilah petunjuk, dan kita selama ini mengabaikannya.. wallahualam. semoga fosil2 itu kebenaran adanya, dan bukan kesesatan yang disebarkan pada kita.

dan benar apa yang dikatakan teman2 lainnya : Al-Quran bukan buku sejarah. setidaknya, bukan murni buku sejarah. namun begitu ada petunjuk di dalamnya yang harus digali oleh manusia. lagipula, apa yang kita harapkan? bahwa sebuah kitab setebal 30 juz akan memuat segalanya secara detail? kita tentu tidak mengharapkan hal itu dari Al-Quran.. kita harus menggalinya, menelitinya sebaik mungkin, dan sungguh luar biasa bahwa ternyata dalam kitab setebal itu termuat berbagai petunjuk tentang ilmu teknologi. jadi nyata bahwa Al-Quran adalah kumpulan ilmu dan petunjuk : benar dan salah, ketauhidan, bimbingan hidup, ilmu dan teknologi, sejarah2 (baik yang harus kita gali sendiri, maupun yang diceritakan secara langsung), dan lainnya.. bisakah sebuah buku buatan manusia memuat semua petunjuk ini? apalagi, jika kita merujuk pada tingkat ilmu dan teknologi pada masa itu..

bisa dilihat poin pertama : bagaimana mungkin Nabi Muhammad, SAW, menulis tentang struktur bumi dan langit (atmosfir), dan keberadaan gunung2 sebagai penyeimbangnya? sementara dia hidup bukan pada zaman yang memungkinkan adanya eksplorasi bumi? kita sudah membuka tabir ilmu pengetahuan itu.. saatnya kita melihat petunjuk2 lain, dan mencari ilmu lainnya.. semoga Allah SWT membimbing ilmu yang kita dapatkan pada keimanan, amin ya robbal alamin.

Dari ayat dan hadist di atas,  Dalam Arkeologi, berdasarkan fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia. Mereka nyaris seperti manusia, tetapi memiliki karakteristik yang primitif dan tidak berbudaya. masih ambigu antara isi ayat dan arkeologi apakah berhubungan. jadi bisa di simpulkan yang pertama ada dibumi itu bukan adam entah manusia purba atau apa. jadi ini membuktikan bahwa adam bukan manusia pertama yang ada di bumi.
juga adanya fenomena Batuan ruang angkasa yang menabrak lapisan es di timur Kanada sekitar jutaan tahun lalu diperkirakan membantu proses punahnya mahluk mahluk jaman batu, seperti mammoth yang berbulu tebal, dan kemungkinan juga manusia penghuni pertama benua tersebut, yaitu orang Clovis. Orang Clovis adalah manusia pada zaman batu yang berimigrasi ke kawasan utara.
Tabrakan antara bumi dan meteor menimbulkan ledakan yang sangat keras, sampai-sampai debu ledakan menutupi matahari. Karena itu bumi jadi dingin (zaman es).
Segala sesuatu yang ada di muka bumi membeku, sehingga tidak ada lagi makanan bagi dinosaurus. Akhirnya dinosaurus mati kelaparan dan kedinginan. Tapi masih belum ada teori yang dapat membuktikan penyebab punahnya dinosaurus dan semua yang ada di zaman purbakala. Sampai saat ini hal itu masih di teliti
menurut sumber yang bisa di terima oleh logika kita di simpulkan bahwa penghuni pertama yang ada di muka bumi ini adalah hewan hewan purba yang bentuknya seperti manusia. jadi setelah semua mahluk purba punah karena datang nya meteor di muka bumi keadaan bumi mulai hampa.
setelah itu menurut kisahnya karena nabi adam memakan buah kuldi pemberian siti hawa dari hasutan setan dia dan istrinya di turunkan di bumi sebagai manusia yang sempurna (mempunyai akal ) dengan perintah allah menjadi khalifah di dunia. jadi ; 

*zaman purbakal adalah kehidupan pertama
*nabi adam kehidupan kedua

jika berbicara tentang darwin dia hanya mengutamakan teorinya dia tidak pernah menjudge bahwa kera adalah nenek moyang kita, teorinya berkata bahwa kera ada evolusi dari manusia  seperti kutipan dari bukunya "evolusi nya diketahui bahwa manusia memiliki nenek moyang yang sama dengan monyet"

nenek moyang yang sama dengan monyet , berarti bukan monyet

tapi itu hanya teori yang kita bisa terima ataupun kita tolak 
itu saja pendapat saya, bukaannya saya tidak percaya atas apa panutan agama saya , tapi tetap nabi adam adalah manusia yang sempurna dan bapak sekaligus khalifah pertama yang ada di bumi ini.
mungkin pendapat saya salah tapi semuanya tergantung presepsi kita masing masing.
JADI BAGAIMANA PENDAPAT ANDA ???

Asal Usul Manusia Menurut Sumber Sejarah Paling Otentik

Asal Usul Manusia Menurut Sumber Sejarah Paling Otentik


Asal Usul Manusia Menurut Sumber Sejarah Paling Otentik merupakan topik kajian lama. Manusia pertama di jagat raya ini yang dikenal orang dengan nama Adam tidaklah dilahirkan dari kandungan seorang ibu, tetapi diciptakan oleh Tuhan Sang pencipta Langit dan Bumi. Adam diciptakan dari tanah liat yang diberi bentuk kemudian ditiupkan ruh hingga jadilah makhluk yang lain yaitu manusia.
Darimana kita tahu sejarah penciptaan manusia pertama tersebut?
Tiga agama besar di dunia ini yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi memiliki kitab suci yang menerangkan masalah ini. Lalu, buku jenis apakah kitab suci itu dan siapakah pengarangnya?.

Hal ini bisa diterangkan menurut apa yang tertulis di dalam Qur’an. Ketika Adam berhasil dibujuk oleh Iblis hingga melanggar aturan Tuhan, maka Adam, Hawa dan Iblis diperintahkan untuk keluar dari surga,
Keluarlah kalian semua dari surga itu,….kelak ketika datang petunjukKu kepada kalian, maka barangsiapa yang mengikuti petunjukKu itu, maka tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.
Adapun orang orang yang kafir (menolak / tidak mau mengikuti petunjuk Ku) dan orang orang yang mendustakan ayat ayat Ku mereka itulah penghuni neraka, kekal mereka di dalamnya
(QS Al Baqarah 2 : 38-39)