Labels

Monday, 5 January 2015

Misteri Hilangnya AirAsia QZ8501

Misteri hilangnya pesawat Air Asia QZ8501 Menurut Al-Quran
Realitabaru – Bismillah, bila ada salah itu dari saya dan kebenaran hanya milik Allah SWT. Artikel ini akan melihat dari dari sisi Makna atau Pelajaran berdasarkan ayat Al-Quran akan kejadian Hilangnya Pesawat Air Asia QZ-8501 di langit kekuasaan Allah SWT.



tanggal 28 desember 2014 kita tahu pada tanggal tersebut terjadi Pesawat bernomor QZ-8501 berpenumpang 162 orang yang hilang kontak dan pada tanggal 30 desember 2014 ditemukan beberapa kepingan sisa pesawat dan korban. Kebanyakan media menyatakan bahwa para penumpang bertolak ke singapura untuk merayakan liburan akhir tahun berdasarkan informasi dari kerabat atau keluarga korban.

Nomor Pesawat QZ-8501 apabila di konversikan menjadi angka menurut urutan abjad huruf adalah 


Disini kita akan mendapatkan angka 17, 26, 85, dan 01. Kita tahu bahwa Al-Quran salah satu fungsi Al-Quran adalah sebagai petunjuk hidup sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 185. Oleh karena itu, Apabila Angka tersebut dilihat ke Al-Quran maka kita akan melihat 2 surat yaitu :

1.      Surat 17 ayat 26 (surat Al Isra Ayat 26)
2.     Surat 85 ayat 01 (surat Al Buruj Ayat 1)

Dalam surat Al Isra Ayat 26 berisi



“ Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros”.

Ayat ini turun di Mekkah (Makkiyah) menjelaskan Secara jelas Allah melarang kita berbuat boros melalui kata “Janganlah Kamu”. Artinya berbuat boros adalah termasuk perbuatan yang dilarang Allah. Perbuatan yang dilarang Allah berarti sesuatu yang tidak baik dan tidak membawa manfaat, terlebih lagi bila dilakukan kita akan mendapatkan dosa.

Bila dihubungkan antara tujuan para penumpang pesawat yang ingin merayakan liburan akhir tahun dengan Surat Al Isra Ayat 26, maka pelajaran yang kita dapat adalah tentang efektif dan efisien membelanjakan harta sesuai aturan Alquran, dan termasuk kepada acara tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yaitu perayaan Akhir Tahun.


Dalam Surat Al Buruj Ayat ayat 1 berisi :



“demi langit yang mempunyai gugusan bintang”

Menurut pendapat para ahli tafsir sepakat bahwa surat Al Buruj diturunkan di Mekkah setelah surat Asy-Syams. Surat ini masih membahas dan menekankan aqidah dan penguatan keyakinan tentang hari akhir. Disamping itu tambahan yang ada dalam surat ini selain pembahasan tentang kisah ashabul ukhdud (para penggali parit) yaitu sebuah cerita pengorbanan dan tebusan jiwa dalam mempertahankan akidah dan iman.

Dalam surat ini Allah SWT kembali bersumpah dengan langit Ciptaan-Nya yang memiliki gugusan-gugusan bintang berpusat dan beredar,serta demi hari yang telah dijanjikan Allah yaitu hari kiamat, sekaligus kedahsyatan kekuasaan Allah yang tiada batas.


Kesimpulannya dari hilangnya Pesawat di langit kekuasaan Allah SWT,

Maha Besar Allah SWT atas segala ciptaan dan karunianya yang telah menurunkan AlQuran 13,5 abad lalu sebagai petunjuk hidup, dan mencatat kejadian-kejadian yang terjadi di Alam Semesta. Dan melalui kejadian hilangnya pesawat di langit kekuasaan Allah SWT tersebut apabila dihubungkan ke Al-Quran akan didapatkan dua surat Makkiyah yang mengisyaratkan kita harus membenahi akidah dan iman kita, salah satu diantaranya adalah tidak boros. 
Ayat alquran dari kode pesawat Air Asia tentunya sebagai bahan renungan bagi yang masih hidup agar senantiasa mendekatkan dir padaNya. Ayat tsb dilanjutkan dengan sebuah pesan yang patut direnungkan sebagai I Love you from 38.000 sang pramugari tsb, sebagai kelanjutan:
Berlomba-lombalah kamu kepada  ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS 57:21)
Kemudian sebuah peringatan atau berita tentang bencana yang ditunjukkan pada ayat berikutnya yang menyatakan bahwa semua kejadian telah tertulis, sebagai kalam Allah swt, baik sebagai ayat qauniyah maupun qauliyah, sebagai iktibar pada jatuhnya Air Asia adalah ayat qauniyahNya,
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan  pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab  sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (qs 57:22)
Ayat berikutnya, sebagai firman Allah bahwa rasa sedih, bergembira adalah sebuah ujian yang dipergilirkan kepada semua umat manusia
supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira  terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling  maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.(QS:57:23-24)

No comments:

Post a Comment